Senin, 24 Oktober 2011

Setelah Oktober


Dalam dekap, lantunan sebait doa terpanjat untukmu,
menyanyikan seuntai syair nada demi tenang tidurmu,
menghantarkan buai, dalam hangat kasih sayang tulus kalbu,
memberikan belai, dengan sentuh mesra lentik jemari itu.

Dalam harap, tatapan sepasang mata terpana padamu,
meneteskan linangan air mata bahagia demi menunggumu,
mencoba lihatmu, walau masih terbungkus dalam tempat hangat itu,
mengajak bicaramu, meski masih terlindung dalam ruang suci itu.

Akhir Oktober ini, berbulan waktu terlewat saat hadirmu isikan ruangan itu,
puluhan minggu berlalu, kau tumbuh dengan senyum sekelilingmu,
ratusan hari ditunggu, kau dilimpahi harap mulia yang menyambutmu,
ribuan jam membisu, menanti hadirmu dalam dekapan penuh haru sendu.

Setelah Oktober ini, sembilan bulan kau telah arungi waktu bersama ragaku,
sembilan bulan, waktu yang tepat ‘tuk kau sapa semua mata dengan tangismu,
sembilan bulanl, waktu yang lengkap ‘tuk kau indahkan dunia dengan senyummu,
sembilan bulan, waktu yang ku tunggu untukmu, waktu kau mulai belajar panggilku, Ibu.