Selasa, 31 Maret 2015

Salah

Dua tahun itu bukan waktu yang lama untuk kembali membuka sesuatu yang banyak mengundang nyinyir juga tawa. Aku masih ingat, satu kalimat rasa terakhir yang kau ucap, itu entah sebuah tanda titik atau koma yang menyudahinya. Tapi, Aku yakin, kita sama-sama sepakat kalau tanda itu adalah koma. Buktinya, ada sebuah sambungan kalimat untuk melanjutkan kisah dalam bentuk tatap harap yang terukir samar di matamu itu, minggu lalu.

Ketika untuk pertama kalinya setelah dua tahun yang sepi itu, kamu kembali lagi menanyakan apa kabar Ku. Haruskah Aku ragu kalau itu hanya basa-basi agar tidak bisu?

Hahaha...sepertinya Aku sudah mulai terlalu jauh berkhayal. Aku lupa, kesalahan yang dulu kita sama-sama buat, tidak mungkin terulang untuk kedua kalinya. Setidaknya bagiku begitu, tidak tahu kalau ada hal lain di pikirmu. Kalau iya, mungkin Kamu bisa sekali lagi menyapaku, besok, di kampus, ketika Aku dengan lancang duduk di depan kursi meja kerjamu. Dan ketika itu terjadi, jangan salahkan Aku kalau kita benar-benar akan melapas rindu yang kini masih kita batu.

Jakarta, hari Selasa pukul 2.