Selasa, 27 November 2012

Dialog tentang Langit Jakarta

Kemarin, saat induk jangkrik tengah letih mencari nafkah, saat anak-anak kelelawar menggelantung tenang menunggu biji buah, Aku memacu kuda besi pulang ke rumah. Setengah jalan, ada yang aneh dengan bulan, dia terlihat begitu terang, ditemani bintang-bintang bertebaran.

Minggu, 25 November 2012

Mengimani Kata-Kata (?)

...jangan pernah percaya pada persepsi, semua harus ada bukti atau semuanya hanya basa-basi...

Sabtu, 24 November 2012

Aku Rindu Kamu, ....

Aku rindu kamu,
rindu akan belaian tanganmu saat pagi menyambutku,
membangunkan dari tidurku yang lelap karen ada disampingmu.

Aku rindu kamu,
rindu akan sapamu yang menyadarkanku dari diam,
dari lamunan yang menggelamkanku dalam kelam.

Kepik

Kepik, kepik, kepik...
Ketika sedang hujan rintik, matanya tak henti melirik.
Mencari ujung jemari lentik, hingga bunga dengan warna cantik.
Yang selalu terlihat unik, dengan tubuh merah berbintik, dengan mata indah yang menarik.

Lakon Pembenci Hujan

Dian, gadis semester satu yang tengah penat karena soal ujian, berjalan sendirian. Menyusuri satu jalan setapak yang sepi berlapis kayu buatan dengan penghias rupa bunga-bunga layu dengan pot dari rotan. Langkahnya gontai, penatnya dirasa-rasa terus meninggi semampai. Benaknya hanya terpikir satu tujuan, cepat tiba di kontrakan, berbaring di pembaringan. Nafas Dian terdengar berat, ibarat suara tikus yang sedang mengerat. Jalanan yang dipijakinya, serasa menyempit, dahinya yang penuh peluh makin mengernyit.

Jumat, 16 November 2012

Pria Lugu

Sosok wanita ada di situ, duduk termangu di atas batu,
menunggu orang yang tak pernah dia sangka akan ditunggu.

Pria itu datang, tersenyum girang,
melihat yang dia sayang, masih setia menanti dengan senang.

Belum lama Kau menunggu Ku? Tanyanya lugu,
padahal waktu serasa sudah lewat dari sewindu.

Tidak sayang, santai saja? Jawabnya riang,
padahal dalam hati menumpuk berang, yang makin memaksa untuk kejang.

Mereka pun berlalu, meninggalkan tepat tadi yang penuh batu,
tak menyangka bahwa di situ, ada seorang pria yang selalu ingin tahu.

Pria yang seharusnya tak pernah membiarkan wanita itu menunggu,
pria yang setidaknya meminta maaf ketika harus ditunggu.

Namun, embun tetaplah embun, tak akan menguap tanpa adanya mentari,
pria itu hanya bisa tertegun, melihat yang dicinta telah miliki tambatan hati.

-Untuk Kamu-
(Y.A.N. 2012)

Sabtu, 03 November 2012

Saya Buta untuk Anda

Anda berjalan semaunya, berpose sekenanya di asa,
menyita semua kagum yang saya punya.

Indah yang ada pada Anda, candu buat saya,
oase di gurun gersang hidup yang penuh dusta.

Sayangnya,
Anda mempermainkan Saya, tanpa Anda sadar,
memuingkan hati yang tinggal sisa.

Karena nyatanya, saya buta untuk Anda,
kabur terlihat untuk dekati Anda.

Biar begitu, Anda masih jadi fatamorgana,
terlihat namun penuh tipu daya,
dan sukses membuat bayang di otak saya berbunga.

-Untuk Anda, Gadis Jawa-
(Y.A.N. 2012)