Jumat, 16 November 2012

Pria Lugu

Sosok wanita ada di situ, duduk termangu di atas batu,
menunggu orang yang tak pernah dia sangka akan ditunggu.

Pria itu datang, tersenyum girang,
melihat yang dia sayang, masih setia menanti dengan senang.

Belum lama Kau menunggu Ku? Tanyanya lugu,
padahal waktu serasa sudah lewat dari sewindu.

Tidak sayang, santai saja? Jawabnya riang,
padahal dalam hati menumpuk berang, yang makin memaksa untuk kejang.

Mereka pun berlalu, meninggalkan tepat tadi yang penuh batu,
tak menyangka bahwa di situ, ada seorang pria yang selalu ingin tahu.

Pria yang seharusnya tak pernah membiarkan wanita itu menunggu,
pria yang setidaknya meminta maaf ketika harus ditunggu.

Namun, embun tetaplah embun, tak akan menguap tanpa adanya mentari,
pria itu hanya bisa tertegun, melihat yang dicinta telah miliki tambatan hati.

-Untuk Kamu-
(Y.A.N. 2012)

Tidak ada komentar: