Kepik, kepik, kepik...
Ketika sedang hujan rintik, matanya tak henti melirik.
Mencari ujung jemari lentik, hingga bunga dengan warna cantik.
Yang selalu terlihat unik, dengan tubuh merah berbintik, dengan mata indah yang menarik.
Kepik, kepik, kepik...
Kamu selalu tahu tempat yang tinggi,
Kamu selalu tahu arah cahaya,
Kamu juga tak pernah lupa manis harum dari bunga.
Andai Aku jadi kepik,
Mungkin aku sudah berbisik,
Mengadu pada sang khalik,
"..aku ingin jadi cantik, disukai banyak kepik, jadi binatang terbaik..."
Kepik. kepik, kepik,
ajak Aku terbang ke langit,
melihat bumi, memandan bintang yang mengorbit.
Kalau memang aku tidak bisa jadi kepik,
buat aku terbang bersama kepik...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar