Fase ini adalah fase paling aneh.
Fase yang menghadirkan bukan hanya satu rasa.
Atau mungkin malah, fase yang sama sekali tidak menaruh asa?
Dulu, sangat sulit untuk membagi mentari.
Kini, bulan, bintang, bahkan hujan, mencari sinar pagi.
Kepada siapa harus bernyanyi?
Ketika Tuhan pun sudah ditinggal dengan keji.
Fase ini, entah fase apa.
Yang jelas, kejelasan pun tak ada di sini.
Selamat tinggal prinsip suci.
Selamat datang, hati mucikari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar