Satu kalimat itu pernah
menjadi "tagline" buatku. Lewat suara halus nan senyum canda, ku
bisikkan kalimat itu pada setiap orang yang ku anggap memiliki arti dalam
kalbu. Kalimat yang ku sadap dari sebuah lagu sendu, yang mengiris jika didengar
dalam lamunan pilu.
Kalimat itu memang terlalu indah bagiku. Kata "Love" itu, berarti banyak buatku. Bisa bermakna rasa yang tak pernah mampu digambarkan dengan sekelumit kata, bisa pula mengacu pada rasa yang sulit diungkapkan dengan hanya catatan semenjana. Entahlah, yang tergambar ketika kata ini ku dengar, hanya keindahan yang tercipta dengan sempurna. Satu kata lagi yang selalu menghadirkan tanya dalam hatiku. Ya, kata "You". Kata yang tak pernah ku tahu merepresentasikan siapa. Siapa? Ya, siapa? Aku benar-benar tidak tahu dan buram tentang siapa itu.
Namun, tanya itu terjawab ketika ku lihat percikan pelangi pada satu wajah sayu. Wajah yang membuatku merasa kaku setiap ku tatap, terpaku lugu pada sorot mata indah yang sendu. Ketenangan yang dihadirkannya, menghanyutkanku dalam jeram halus sungai bahagia, menghilangkan dahaga akan makna indah rasa. Ya, ku temukan siapa "You"-ku pada dirinya. Ya, memang dia. "Love is You", cinta adalah kamu. Hanya kamu, sosok yang kini menjadi candu, penenang gundahku, pemabuk tenangku.
Sayangnya, aku tak pernah mampu untuk mengatakannya, membisikkan "Love is You" di telingamu. Aku hanya bisa mencintaimu dalam diam, mencintaimu dalam hening. Mungkin aku takkan berani untuk mengatakan rasa itu padamu. Kodratku untuk menunggu, bukan untuk memulai.
Kalimat itu memang terlalu indah bagiku. Kata "Love" itu, berarti banyak buatku. Bisa bermakna rasa yang tak pernah mampu digambarkan dengan sekelumit kata, bisa pula mengacu pada rasa yang sulit diungkapkan dengan hanya catatan semenjana. Entahlah, yang tergambar ketika kata ini ku dengar, hanya keindahan yang tercipta dengan sempurna. Satu kata lagi yang selalu menghadirkan tanya dalam hatiku. Ya, kata "You". Kata yang tak pernah ku tahu merepresentasikan siapa. Siapa? Ya, siapa? Aku benar-benar tidak tahu dan buram tentang siapa itu.
Namun, tanya itu terjawab ketika ku lihat percikan pelangi pada satu wajah sayu. Wajah yang membuatku merasa kaku setiap ku tatap, terpaku lugu pada sorot mata indah yang sendu. Ketenangan yang dihadirkannya, menghanyutkanku dalam jeram halus sungai bahagia, menghilangkan dahaga akan makna indah rasa. Ya, ku temukan siapa "You"-ku pada dirinya. Ya, memang dia. "Love is You", cinta adalah kamu. Hanya kamu, sosok yang kini menjadi candu, penenang gundahku, pemabuk tenangku.
Sayangnya, aku tak pernah mampu untuk mengatakannya, membisikkan "Love is You" di telingamu. Aku hanya bisa mencintaimu dalam diam, mencintaimu dalam hening. Mungkin aku takkan berani untuk mengatakan rasa itu padamu. Kodratku untuk menunggu, bukan untuk memulai.
Walau batinku harus menjerit
menahan, karena harus terus menunggu tanpa kepastian, rasa cinta ini tak akan
bisa tergambarkan, walau dengan kanvas sutra dan tinta dari permata, rasaku
padamu tergambar lebih dari semua keindahan yang pernah tertulis di dunia.
Aku bahagia ada di
dekatmu, aku bahagia ada disampingmu. Merasakan hangatmu, merasakan sejuk
katamu, memandangi teduh senyummu.
Memang, sempat hati ini kau robek, kau congkel tanpa sadar dengan pengait berupa kata. Aku tertegun, kala mendengar kau ingin melabuhkan cinta pada raga yang jauh lebih indah dari paras ku, paras yang membuatku selalu mengeluh pada Tuhan, "bisakah ini Kau ubah menjadi seindah pelangi-Mu?".
Memang, sempat hati ini kau robek, kau congkel tanpa sadar dengan pengait berupa kata. Aku tertegun, kala mendengar kau ingin melabuhkan cinta pada raga yang jauh lebih indah dari paras ku, paras yang membuatku selalu mengeluh pada Tuhan, "bisakah ini Kau ubah menjadi seindah pelangi-Mu?".
Hati ini sempat hancur,
remuk, terperosok dalam jurang, terpojok dalam sudut gelap. Aku tak tahu harus
bagaimana, mencegah tak bisa, meratap yang ku bisa.
Satu yang masih terpancang di hati, aku mencintaimu dengan ketulusan, walau dalam keheningan. Kalimat "Love is You" itu akan tetap ku simpan, hingga waktu yang tepat untuk ku bisikkan, di telinga indahmu hingga menenangkan.
Love is you.
Satu yang masih terpancang di hati, aku mencintaimu dengan ketulusan, walau dalam keheningan. Kalimat "Love is You" itu akan tetap ku simpan, hingga waktu yang tepat untuk ku bisikkan, di telinga indahmu hingga menenangkan.
Love is you.
2 komentar:
tau gw ini siapa
yaudah kalo udah tau mah haha
Posting Komentar