Kamis, 19 Januari 2012

"Aku itu Orang Baik"

Aku terlahir biasa. Tumbuh layaknya insan yang berusaha tak lupa 'tuk syukuri hidup yang diberi Sang Maha. Kecilku tak jauh beda dengan kalian. Bermain, tertawa, berceloteh, penuh canda riang. Walau sedikit ada beda, itu bukan bencana. Di mata-Nya, Aku yakin kita sama.

Ada satu cerita, tentang masa kecilku yang terisi peristiwa yang selalu jadi mimpi buruk buat diri. Tragedi yang katanya merubah  negara ini dengan sekilat. Tragedi biadab. Ya, BIADAB.

Kala saudari-saudariku direnggut kegadisannya dengan paksa, dengan dera. Tragedi Mei '98. Karena tragedi itu, masa kecilku yang harusnya indah, sempat kelam.

Hari saat kerusuhan itu terjadi, Ibuku harus susah payah menyelematkanku lari dari rumah. Ibu menggendongku, lari ke tempat yang aman demi keselematan kami, lari dari kerusuhan yang sudah bercampur nafsu binatang di setiap otak para bejat itu.

Hari itu, nyatanya memang tak akan terlupa. Namun, dalam hati ini kadang ada yang berbisik "...just wanted to forget those burden for a while and take a break...".

Ada satu yang menjadi obat hati yang berbunyi: "When you remember your own history, you can appreciate your life more than before...", ya kalimat itu sering terngiang di telinga ini.

Kini, hampir 14 tahun berlalu.

Aku bersyukur itu semua telah lewat berlalu dan kini aku telah menjadi pribadi yang lebih baik, pikirku. Pribadi yang lebih menghargai hidup tanpa harus memusingkan yang namanya dendam. Aku selalu berusaha bijak dalam menyikapi masalah. Aku hanya ingin orang lain nyaman berkawan denganku, dekat denganku, karena keikhlasan, tanpa paksaan, maupun mencari keuntungan.

Aku memiliki banyak teman dan sahabat yang selalu ada mengisi hariku yang kadang getir. Merekalah yang selalu hadirkan tawa buatku, memberikan celotehannya demi membuat hari jadi lebih berwarna.

Aku bersyukur pada Tuhan, yang selalu memberi jalan kebagahagiaan, yang tak pernah ku sangka hadirnya.

Aku belajar banyak dari mereka, membuatku menghargai tentang indahnya perbedaan dengan kebijakan, memaknai berwarnanya hari penuh tawa dan canda, serta mensyukuri segala celoteh yang selalu hadirkan jenaka. Semuanya, Aku suka.

Aku selalu berusaha untuk bijak. Pada teman, pada sahabat, dan pada semua yang ada di sekitarku. Aku ingin mereka selalu tersenyum bila bersamaku. Aku ingin menjadi orang baik, ya orang yang baik pada semuanya, terkhusus orang-orang yang ku sayangi.

Satu waktu, ada yang memberikan celetuknya "Jadi orang itu jangan terlalu baik, nanti disalah-artikan orang lain..." katanya.

Sempat terngiang dengan yang dikatakannya. Sempat pula berpikir bahwa itu benar. Bahkan aku berniat untuk mengubah pandanganku, mencoba mengerti apa yang orang itu maksud. Ketakutan pun sempat menghampiri, aku takut kebaikan ini disalah-artikan. Mungkin parahnya, dimanfaatkan.

Namun, nyatanya, Aku tak bisa. Aku tetapalah Aku.

Buatku, menjadi orang baik dan menghadirkan kebaikan sudah melekat di benakku. Karena Aku percaya, "Positive or negative, it's up to you which one you want to believe..".


Terima kasih Tuhan, aku mendapat hidup seindah ini. Biar sempat kelam, aku tahu itu jalan-Mu menjadikan aku lebih baik lagi.

Terima kasih Ibu, Ayah, dan keluargaku, aku ada karea, dan untuk kalian.

Terima kasih sahabat, kamu membuatku jadi mengerti akan arti canda dan tawa.


Aku akan tetap menjadi aku,  whatever happens yesteray and tomorrow, we still have today, buatku menjadi baik bukanlah tuntutan, namun kesenangan. Aku itu orang baik. :)


Catatan untuk sahabatku: "When what you think, what you say, and what you do is in harmony, that is happiness"

Inspired by: My Friends, girl, 19 years old.




3 komentar:

Khairunnisa mengatakan...

astaga ini baguuuusss yudiiis huhu terharu jadinya :")

Luthfi Kurniawan mengatakan...

The same story happened to my old friend. He had lived at certain area in West Sumatra and feel that "terror". It was horrible. :(

Yudistira Achmad Nugroho mengatakan...

Asal jangan jadiin kejadian lalu yang buruk itu jadi bahan buat takut atau dendam. "Give thanks for what you are now, and keep fighting for what you want to be tomorrow."