Jumat, 13 April 2012

Kamu itu Diam

Kamu memang ada. Terasa dan nyata. Kamu itu tidak ada ketika aku ada. Kamu ada ketika aku ada, dan saat itu pula ku anggap kau tidak ada, dan yang hanya kau lihat, aku ada, hanya menganga.

Saat kamu berjalan, cahaya langsung temaram. Langkah kakimu yang diiringi senyum, membawa mendung tanpa hujan. Kamu mendekat tanpa peduli kaki ini sudah keram, tak bisa lari tak bisa sembunyi, hanya bisa diam. Kamu menyapa, mulutku masih terpaku bagai senja terbenam. Tanganmu yang sehalus pualam, membuat aku merasa berdebur dalam malam.

Kamu sadar? Aku hanya bisa melihatmu dalam gelap. Mengajakmu tenggelam dalam tawa hanya ketika ku terlelap. Bagaimana bisa aku menyibakkan rasa gugpku kala mata kita saling menatap? Aku tidak akan bisa, bahkan jika kau meratap.

Tolonglah! Kamu itu ada, hanya untuk jadi diamku. Ceriaku hanya membuncah jika sosokmu hanya menari-nari dalam lakon benakku. Semua tentang harap memilikimu itu hanya semu, hanya penghias tarian alam bawah sadarku. Jangan pernah menampakkan lagi sosok nyatamu di hadapku, namun setialah tetap menghiasi ruang hatiku, menghiburku hanya dalam anganku, tersenyum hanya dalam mimpiku.

(The Mind-Art of Loneliness)

Tidak ada komentar: