Sabtu, 02 Februari 2013

Jalan Tuhan

Hari ini, ada kejadian yang bisa dibilang aneh tapi nyata, entah kenapa bisa terjadi, kebetulan atau emang jalan Tuhan, entah.

Pagi, saat saya sedang berkendara di motor menuju Jakarta, karena efek galau, ada kepikiran buat bernostalgia dengan cara mengunjungi tempat-tempat istimewa saya dengan seseorang, niatnya memang cuma satu, bernostalgia, itu saja. Namun, itu hanya pikiran sekilas yang saya pun tidak yakin untuk melakukannya.

Singkat cerita, siang hari., sekitar pukul 14.00 WIB., teman saya tiba-tiba mengirim pesan singkat. Dia minta tolong diantar ke stasiun Manggarai, karena iya akan pergi ke kampung halamannya. Saya langsung mengiyakan untuk mengantarnya, hanya karena niat membantu teman yang memang sedang sangat membutuhkan.

Saya mengambil motor, dan langsung pergi ke tempat dia menunggu, di halte bis GMSB. Sesampainya, saya tanya dia :

"Emang keretanya jam berapa?"

"Jam setengah 3, tolong anterin ke manggarai yah, nanti dari manggarai, gue naik kereta lagi ke kota..."

"Mana cukup waktunya, sekarang aja udah hampir jam 2, yaudah gini aja, gue anterin lo langsung ke stasiun Kota, lo tau jalannya ga kalau ke sana naik motor?"

"Ah serius? gak tau lah..."

"Hmmm (mikir), oh stasiun kota itu yang di kota tua kan yah, gue agak tau ko jalannya.."

Singkat kata, saya akhirnya mengantarkan teman saya ke stasiun Kota, sengaja tidak melewati jalan protokol karena motor yang saya pakai tidak berkaca spion. Sampai di stasiun kota, tepat setengah 3, teman saya langsung berlari setelah mengucapka terima kasih.

Beranjak dari kota tua, saya mengikuti papan penunjuk arah jalan yang menunjukkan arah ke Blok M, karena buat saya, itu satu-satunya jalan yang dekat ke kampus. Saya telusuri jalan tersebut, hingga tembus di kawasan Sene. Di sinilah semuanya terhenyak.

Saya tersadar, dari awal saya jalan, saya telah melewati tempat-tempat istimewa saya dengan seseorang yang saya sebutkan di awal cerita ini. Saya tersadar ketika tiba-tiba saya terbayang wajahnya, dan melihat plang bertuliskan "Selamat Datang, Stasiun Senen".

Seketika itu saya terdiam, melankolis di motor, di temani rintik hujan, ya rintik hujan, sesuatu yang juga spesial buat kita, mungkin. Secara tidak sadar, karena niat membantu, saya telah dipertunjukkan Tuhan, tempat-tempat yang buat saya penuh keindahan kenangan, bersama dia.

Ini tempat-tempat tersebut:

Kota Tua
McDonalds Plaza Festival
Stasiun Senen



Perpusnas
Epicentrum XXI
Nyi Ageng Serang


Terima kasih, kenangan, puji syukur untuk Tuhan, telah menunjukkan jalan.


Tidak ada komentar: