Bagaimana lagi mulut harus bergumam?
Ketika semua omongan yang terdengar melulu tentang hujatan.
Katanya "..lebih baik kamu mencari uang, buku bacaan tidak bisa jadi andalan".
Bagaimana lagi otak harus berpikir?
Ketika semua kesempatan yang ada berlalu bagai ombak menyapu pasir.
Katanya "..lihat mereka yang ber-uang, bahagia dan cita lah yang hadir".
Semua ini berujung pada lelah.
Seribu wejangan serasa percuma.
Rentetan sindiran hanya lewat di gendang telinga.
Ketika "pergi" jadi satu-satunya pilihan.
"Sampai jumpa dilain kesempatan, kawan-kawan."
-Y.A.N-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar