Selasa, 10 Desember 2013

Pintamu bukan Pintaku, Saskia



Tatapan singkat di tempat makan sejuta umat itu,
membuatku sedikit terusik dengan ungkapan konyol "cinta pada pandangan pertama".
Aku yakin, orang selogis Kamu tak mudah menerima ungkapan itu sebagai fakta.
Namun, sepertinya itu sudah jadi nyata, setidaknya buatku, Saskia.

Mengenalmu dengan sangat singkat,
tanpa ada prolog: "Hai, siapa namamu?".
Tanpa ada salam hangat, atau senyum harap, Saskia.

Aku berani bertaruh malu ketika menawarimu secangkir susu.
Aku rela melawan beberapa pobhia-Ku karena titahmu.
Entah, Ku lakukan itu untuk menunjukkan apa.
Mungkin, hanya ingin tak terlihat banci di depanmu.
Di depan orang yang selalu memacu nadiku.
Di depanmu, Saskia.

Singkat waktu dan cerita.
Aku merasa ada "Kita".
Entah benar atau itu hanya bukti sahih bahwa Aku bergolongan darah O.
Golongan darah yang katanya perasa,
yang akhirnya Ku tahu, karena merelakan darahku diambil, di sampingmu, Saskia.

"Kita" itu memang harapku,
yang juga kadang terselip dalam kalbuku di setiap mengharap doa pada-Nya.
Harap yang selalu ku mimpi bisa terwujud.
Harap untuk ada "Kita", Aku dan Kamu, Saskia.

Satu waktu,
ketika Kamu mengirimkan sebuah pinta, padaku.
Pinta yang tak pernah ku minta untuk Kau pinta.
Pinta untuk segera meninggalkanmu, sebelum semuanya terlalu dalam.
Aku hanya akan berkata begini, Saskia:

"Kala semua teduh di bumi ini bisa digabung dengan seikat benang.
Saat sebuah paku payung dapat menembus pelindung gunung bermagma.
Ketika angin yang bertiup lamban dapat mengikis sumsum tulang.
Waktu itu lah (mungkin) Aku akan berhenti mengharapkanmu, Saskia."

 Untuk Saskia, dari Aku, penggemar yang dicipta-Nya, untukmu.



Jumat, 15 November 2013

Do You Think You're Perfect? Just Say So!


Some people say that...

http://thetalentnotes.com/2013/02/26/practice-makes-perfect/










But, others say that...

http://bigpondmusic.com/album/hip-hops-finest/nobodys-perfect-single3










So...


http://phaedrapeer.com/gallery/










http://www.sobrightllc.com/




Kamis, 14 November 2013

Feature: Kami Hanya Ingin Bermain


Sebuah tayangan feature layar kaca yang dibuat untuk menggugah tukang merintah Ibu Kota (khususnya) agar lebih peduli terhadap ruang terbuka yang layak untuk dijadikan tempat bermain anak-anak yang jadi warganya. Tempat yang mudah dijangkau, murah, dan bukan hanya sekedar impian belaka.

Selasa, 12 November 2013

Hati Mucikari



Fase ini adalah fase paling aneh.
Fase yang menghadirkan bukan hanya satu rasa.
Atau mungkin malah, fase yang sama sekali tidak menaruh asa?

Dulu, sangat sulit untuk membagi mentari.
Kini, bulan, bintang, bahkan hujan, mencari sinar pagi.

Kepada siapa harus bernyanyi?
Ketika Tuhan pun sudah ditinggal dengan keji.

Fase ini, entah fase apa.
Yang jelas, kejelasan pun tak ada di sini.

Selamat tinggal prinsip suci.
Selamat datang, hati mucikari.




Kamis, 24 Oktober 2013

Pangea

Kamus itu ku buka sekenanya, 
Menjelajah lembar demi lembar sibuk cari arti satu kata.

Pangea.
Kutemukan juga artinya.
Katanya, dahulu benua itu satu lalu berpisah jua.

Tapi, kenapa saat dirasa-rasa itu kurang pas disukma?
Pas dengan yang di dalam sini, ya di dalam hati.

Hati berujar, kata itu rujukan dari sebuah hangatnya persahabatan.
Rupa pula tentang bahagia paling gila yang dicipta.
Bahagia yang tak pernah bisa dilupa.

Pangea.
Teorinya, dari satu kemudian berpisah.
Namun buatku, artinya dari berpisah, jadi satu.
Walau kemudian harus berpisah, tapi tetap satu.

Pangea.
Bagiku itu satu keluarga.
Suka, duka, tangis, tawa, sudah dilewati sama-sama.
Di Pangea.

                                                                                                               Love PANGEA voeppa . :)