Minggu, 30 Desember 2012

Fenomena Kriminalitas di Menteng Atas

"TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Percobaan pencurian terjadi di Jalan Subur, Gang Lontar 7, Menteng Atas, Setia Budi, Jakarta Selatan, di sebuah rumah kos..." (Baca lengkapnya)

"PUSKOMINFO - Polsek Metro Setiabudi akhirnya berhasil menangkap pembunuh sopir truk pasir yang tewas dengan luka tusuk di Jalan Menteng Atas, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan..." (Baca lengkapnya) 

"TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tawuran antar-kelompok pelajar siang tadi di Jalan Minangkabau Menteng Atas, Setiabudi Jakarta Selatan, disebabkan karena aksi saling lempar batu."(Baca lengkapnya) 

"JAKARTA - Tawuran antar pemuda kembali terjadi, kali ini terjadi di belakang Apartemen Taman Rasuna, Setiabudi, Jakarta Selatan. Aksi tawuran terjadi sekira pada pukul 05.07 WIB..." (Baca Lengkapnya)

Telah terjadi perampokan yang bermodus DRAMA, dimana korban di datangi tiba" oleh para perampok dan setelah itu dibuatlah drama yg membuat korban se akan -akan menjadi orang yg berurusan dengan perampok trsbut. Lalu korban tersebut di masukan ke mobil para perampok, dan di todong. Dan si korban di bawa lari jauh dr tkp pertama ke tkp lainnya. Harap hati-hati bagi kita semua tentang hal ini, korban trsbut adalah temen gue sndiri dan kejadian ini baru baru saja terjadi di kawasan epicentrum, kuningan jakarta selatan. Harap berhati hati semua! — Rizqo Topano Zuriattson

"Teman-teman Mentas.. Hati2 hari ini pulangnya ya.. td gue liat orang mau menikam lg nungggu Korban. Mereka bnyak namun posisinya berbeda beda..." Via Twitter @Mr_Firmann


Salah satu bangunan di Mentas. (Sumber Foto)
Kalimat-kalimat di atas merupakan fakta sahih kalau ada yang nggak beres di Menteng Atas. Ya, kali ini gue akan cerita tentang satu fenomena kriminalitas, yang lagi nge-trend di sebuah kelurahan bernama Menteng Atas, alamat lengkapnya di Kecamatan Setia Budi, Jakarta Selatan. Fenomena kriminal yang kini makin marak terjadi di sana yaitu pencurian, perampokan, tawuran warga, dan masih banyak yang lainnya.

Sebagai perantau di Jakarta, gue memang nggak tahu banyak tentang Menteng Atas (Mentas). Sampai satu waktu, ada sanak saudara ngomong seperti ini : "Wah daerah situ (baca: Menteng Atas) udah daerah parah, banyak maling, preman, terus banyak orang gak bener juga...". Semula percaya nggak percaya, tapi sekarang terbukti semuanya.

Fenomena 1: Curanmor
Ilustrasi Curanmor (Sumber Foto)

Ini kejadian yang bikin setiap pemilik kendaran sepeda motor (nggak pernah ada kan mobil?) di Mentas tiap malam harus waspada. Gimana nggak? Bisa dibilang tiap minggunya pasti ada aja kejadian motor dicuri. Bahkan ada satu kawasan di daerah Warung Bongkok yang dalam sebulan udah ada 5 sepeda motor lebih yang hilang. Korbannya nggak cuma motor yang diparkir di depan rumah, motor yang terkunci rapi di dalam rumah pun tetap di-embat juga. Yang bikin gue heran, jarang banget ada pencuri yang ketangkep.


Fenomena 2: Perampokan
Ilustrasi Perampok (Sumber Foto)
Salah satu kejahatan yang baru-baru ini hangat dibicarakan oleh beberapa mahasiswa di kampus sekitar Mentas. Udah ada beberapa korbannya. Motifnya pun beda-beda. Ada yang diculik dulu, disekap dalam mobil, baru dipereteli barang-barang berharganya. Ada juga yang langsung di todong terang-terangan pake senjata tajam. Bahkan ada satu teman saya yang sampai dikejar-kejar orang-orang bersenjata tajam tapi syukurlah dia bisa kabur. Aksi yang dilakukan pun gak memandang waktu. memang kebanyakan dilakukan pas malam, tapi ada juga yang nekat siang bolong tetap ngerampok (nekat!).



Fenomena 3: Tawuran
Ilustrasi Tawuran (Sumber Foto)

Fenomena yang ini terjadi dalam 3 bulan terakhir (sepengetahuan saya). Ada yang sifatnya tawuran antar anak SMA yang terjadi di daerah Mentas, yang memakan satu korban, ada juga tawuran antar pemuda warga Mentas itu sendiri. Tawuran ini tidak sampai merusak rumah atau fasilitas warga, namuntidak bisa dipungkiri, hal ini jelas sangat meresahkan, baik untuk warga Mentas sendiri maupun orang lainnya.



Fenomena 4: Jam Malam
Ada yang aneh di Mentas soal jam malam. Bagi yang pernah keluar malam hari atau mungkin dini hari untuk sekadar cari makan atau yang lainnya, pasti setuju bahwa di Mentas saat-saat sperti itu tidak pernah sepi, selalu ada orang yang berkeliaran, entah bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda, bahkan samapai anak kecil pun masih terlihat bermain-main.

Mungkin masih wajar jika orang-orang berumur masih bekeliaran, namun untuk para gadis yang masih belia, masihkah pantas bekeliaran di luar tumah ketika jam sudah menunjukkan angka 2 dini hari? Atau masih benarkah anak-anak kecil masih berlari-larian tepat jam 12 malam? Kemana orang yang "bertanggung jawab atas mereka?"
Yaah, masalah pantas ataut tidak, benar atau tidak, mungkin kembali ke pribadi masing-masing, namun buat gue, hal-hal tersebut masih belum mampu diterima logikanya.

Sempat ngobrol dengan Ketua RT setempat tentang salah satu fenomena di atas, beliau gak terlalu banyak bahas akar masalahnya, beliau lebih banyak ngasih wejangan-wejangan yang buat gue itu nggak perlu di kasih tahu pun, harus sadar sendiri.

Yang gue soroti di sini, kesadaran warga Mentas itu sendiri. Biarpun fenomena kriminal sering kejadian, mereka gak pernah terlihat panik dan gak terlihat banyak cari solusi buat mencegah hal ini kejadian lagi. Coba dipikir, pernah liat pos ronda di Mentas? Yang pernah gue liat cuma pos security, yang dijaga satu orang berseragam layaknya security, itu juga cuma satu.

Yang gue takutin, kalau hal ini terus terjadi, dan nggak ada kesadaran untuk membenahi, fenomena-fenomena di atas jadi satu kebiasaan buat kita semua. Jika sesuatu hal sudah biasa terjadi, akan timbul satu anggapan bahwa hal tersebut memang sudah biasa, dan menghilangkan tingkat kesadaran kita bahwa hal itu sebenarnya salah. (Ini teori komunikasi apa gitu, lupa -___-)

Pesan gue buat orang-orang yang memiliki tanggung jawab untuk membenahi ini, segeralah benahi, jangan dibiarkan, ini menyangkut keamanan bahkan keselamatan nyawa seseorang. Jangan pernah nganggep ini hal yang kecil atau biasa. Gue memang bukan warga asli Mentas, tapi gue merasakan gimana ikut tinggal di salah satu rumah di sini. So, mari sama-sama aware dan bertindak menyikapi dan menyelesaikan masalah ini.

Terus juga, buat teman-teman non-warga yang tinggal di Mentas, lebih hati-hati aja, jangan dianggap sepele tapi jangan ditanggapi berlebihan juga. Maksudnya jangan ditanggapi sepele, kita juga harus peduli terhadap masalah ini, jangan dibiarkan, kita bantu untuk mengatasi masalah ini, dengan cara masing-masing tentunya (kalau gue kasih caranya di sini mungkin bakal kepanjangan). Jangan berlebihan menanggapinya, jangan sampai hal ini bikin kita parno-an, takut yang berlebihan dan malah mengundang perhatian orang untuk berniat jahat pada kita. Intinya sih disikapin normal aja, peduli dan bantu masalah ini teratasi.

Kalau bukan kita yang mulai sekarang, siapa lagi, dan kapan lagi?

Tidak ada komentar: